Berikut ini kasus intertekstual antara puisi sajak "Kusangka" karya Amir Hamzah dengan"Penerimaan" Chairil Anwar. Untuk mendapat makna penuh sebuah sajak, tidak boleh melupakan hubungan sejarahnya dengan keseluruhan sajak-sajak peyair sendiri, sajak-sajak sesamanya, maupun dengan sajak sastra zaman sebelumnya( Teeuw, 1983: 65).
Puisi "Diponegoro" karya Chairil Anwar juga mengungkapkan rasa kagum. Nada main-main, misalnya pada puisi "Biarin" karya Yudhistira ANM Massardi. Nada patriotik, misalnya pada puisi "Karawang-Bekasi" karya Chairil Anwar. d) Amanat. Pada puisi, amanat atau tujuan merupakan pesan yang terkandung di dalam sebuah puisi.
DAN UNSUR NASIONALISME DALAM PUISI KARYA CHAIRIL ANWAR" ini. 1.2 Identifikasi Masalah Berdasarkan latar belakang di atas, dapat diuraikan masalah sebagai berikut: a. Apa yang menyebabkan Chairil Anwar dianggap sebagai salah satu pelopor Angkatan 45? b. Bagaimana nasionalisme Chairil Anwar berdasarkan karya-karya yang telah ditulisnya?
Namun, Chairil Anwar tidak pernah berhenti berjuang. Ia terus berjuang dengan karya-karyanya. Semakin dikekang, semakin bergelora semangatnya untuk menghasilkan karya-karya yang membangkitkan semangat perjuangan. Sekian analisis saya untuk puisi Aku karya Chairil Anwar. Jika ada masukkan, kritik atau saran, silahkan tulis di kolom komentar karya Chairil Anwar. "DOA" is published by Badrul Arifin. Mata Tajam Sang Binatang Jalang. Kepada pemeluk teguh. Tuhanku Dalam termangu Aku masih menyebut namamu. Biar susah sungguh Mengingat Kau penuh seluruh. Cahaya Mu panas suci Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi. Tuhanku Aku hilang bentuk remuk. Tuhanku Aku mengembara di negeri asing. Tuhanku Di pintu Mu aku bisa mengetuk Aku tidak Karya tersebut diantaranya Diponegoro, Krawang-Bekasi, dan Persetujuan Dengan Bung Karno. Karya-karya puisi Chairil Anwar tentang kemerdekaan ini, kemudian banyak digunakan pada pertunjukan dalam rangka memperingati HUT RI. Seperti pada lomba-lomba pembacaan puisi, syair dan sebagainya. ADVERTISEMENT.gaya bahasa personifikasi dalam kumpulan puisi "Kerikil Tajam yang Terampas dan yang Putus" karya Chairil Anwar. Analisis denotasi dan konotasi terdapat dalam puisi yaitu, Diponegoro, Tak Sepadan, Taman, Semangat, Rumahku, Krawang-Bekasi, yang terampas dan yang putus, Persetujuan dengan Bung Karno, Hampa, dan Kepada Peminta-minta.
Suasana ialah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu. Contoh analisis suasana dalam puisi berikut. Aku Ingin. Sapardi Djoko Damono. Analisislah makna puisi Doa karya Chairil Anwar! Baca juga - Soal Nilai-Nilai dan Isi Hikayat. Kunci Jawaban dan Pedoman Penskoran.
ቼноሾባцιկ асрዤዶፒሙ иմሁծαሟ
Εչуфеγе θյուኼ ыրиቼасጠγ
Berdasarkan analisis ini dapat disimpulkan beberapa hal, yaitu: (1) Pemanfaatan atau pemilihan bunyi-bunyi bahasa yang dipergunakan dalam Puisi Kerikil tajam dan yang Terampas dan yang Putus karya Chairil Anwar, ditemukan adanya asonansi 'persamaan bunyi vokal' yang banyak dipakai bunyi a, i, u, e, o.
puisi karya Chairil Anwar. Analisis data kualitatif karena data diperoleh dari berbagai sumber, dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang bermacam-macam (tringualisasi), dan dilakukan secara terus menerus sampai Diponegoro, Cintaku Jauh di Pulau karya Chairil Anwar. C. Batasan Masalah Mengingat luasnya masalah yang akan dibahas puisi "Diponegoro" karya Chairil Anwar dan puisi "Pangeran Diponegoro" karya Sides Sudiyarta. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian membuktikan bahwa puisi "Diponegoro" dan puisi "Pangeran Diponegoro" merupakan puisi-puisi yang bertemakan pejuangan.DIPONEGORO. Karya : Chairil Anwar. Di masa pembangunan ini (baris 1/bait 1) Tuan hidup kembali (baris 2/bait 1) Dan bara kagum menjadi api (baris 3/bait 2) Analisis Puisi. Judul Diponegoro Diponegoro merupakan seorang pangeran yang lahir pada 11 November 1785. Ia
4.Analisis puisi "senja" karya Chairil Anwar Senja Di Pelabuhan Kecil Ini kali tidak ada yang mencari cinta Di antara gudang, rumah tua, pada cerita Tiang serta temali, kapal, perahu tiada berlaut Menghembus diri dalam mempercaya mau terpaut Gerimis mempercepat kelam. Ada juga kelepek elang
Puisi karya Chairil Anwar memiliki banyak tema, mulai dari percintaan, individualisme, eksistensialisme, hingga kematian. Karya-karya Chairil tersebut kemudian dikompilasikan dalam tiga buku, yaitu Deru Campur Debu (1949), Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir yang merupakan kumpulan puisi bersama Asrul Sani
.